Thursday, December 10, 2009

Federer Kian Diancam Nadal


Tampuk kekuasaan Roger Federer kian dekat dengan Rafael Nada. Ini disebabkan petenis nomor satu dunia asal Swiss itu langsung menelan kekalahan pada aksi pertamanya pasca final Wimbledon.

Tampil di turnamen Rogers Cup di Toronto, Kanada, Rabu (23/7/2008), Federer tumbang di tangan pemain non-unggulan asal Prancis, Gilles Simon. Memenangi empat game pertama, Federer menyudahi pertandingan sebagai pihak yang kalah. Simon menekuknya dengan 2-6, 7-5, 6-4.

Hasil ini tentu saja tidak memperbaiki statistik Federer setelah dalam aksi terakhirnya, di final Wimbledon bulan lalu, menyerah dari Nadal lewat pertarungan maraton lima set. Ia juga mengulang catatan buruknya kalah di pertandingan pembuka di sebuah turnamen. Bulan Maret lalu di Dubai Federer langsung out di tangan Andy Murray.

Sebaliknya, Nadal melewati hadangan pertamanya dengan mulus. Ia menang 6-4 6-2 atas Jesse Levine.

Perbedaan perfor! ma ini mengencangkan laju Nadal untuk mengakhiri dominasi Federer yang telah menjadi pemain nomor satu dunia selama 234 minggu. Walaupun saat ini masih unggul poin, tapi jika penampilan Federer tak membaik, bukan tidak mungkin Nadal akan cepat menggusurnya.

Apabila Nadal menjuarai turnamen di Toronto pekan ini, maka ia hanya berselisih 300 poin dengan Federer. Nadal, yang bertengger di urutan dua daftar peringkat ATP sejak Juli 2005, musim ini sudah mengoleksi 57 kemenangan dan merebut enam titel juara, termasuk di empat turnamen terakhir yang diikutinya.

Bagaimana reaksi Federer atas kekalahan terbarunya itu? "Adalah penting untuk selalu bersikap positif," tukasnya. "Musim turnamen hardcourt baru dimulai. Ini baru awal dari... sembilan bulan kompetisi hardcourt bukan?"

"Ini bukan akhir dunia. Tapi saya pun berharap bisa mengawalinya dengan lebih baik," sambungnya dikutip Reuters. "Saya harus kembali dan menatap ke! depan. Gambaran terbesar adalah Olimpiade dan AS Terbuka. Di ! sana say a sungguh ingin menang. Jadi, saya harus yakin bahwa saya siap untuk itu."